
JAKARTA, KOMPAS.com — Reputasi Jepang sebagai negara terdepan dalam teknologi telepon selular tampaknya tak terbantahkan. Dalam lima tahun terakhir, mereka telah memanfaatkan handset untuk memilih saluran TV atau alat pembayaran dengan menempelkan layar ponsel ke pemindai. Kini, kegemaran mereka pada ponsel dimanfaatkan sebagai alat terapi penyakit.
Untuk menyembuhkan demam akibat alergi jerami yang pada musim semi ini menyebar luas, para insinyur di Jepang menciptakan terapi penyembuhan alergi dengan menggunakan ringtone (nada dering) ponsel. Cukup mendengarkan ringtone dan mendekatkannya ke hidung, suara ringtone khusus ini diyakini akan mengeluarkan serbuk sari pemicu alergi.
Pemanfaatan ringtone tidak berhenti sampai di situ saja. The Japan Ringing Tone Laboratory yang dipimpin oleh Matsumi Suzuki, pakar teknologi identifikasi suara, memperkenalkan terapi nada dering untuk mereka yang ingin menguruskan badan.
Matsumi Suzuki merupakan orang di balik alat Bow-lingual, yakni alat untuk mengartikan suara gonggongan anjing sehingga si pemilik mengerti maksud "ucapan" hewan kesayangannya itu.
Kendati efektivitas dari terapi ringtone ini masih diragukan, kini layanan terapi canggih ini sangat populer di Jepang. So, kita tunggu saja kapan teknologi ini sampai di Tanah Air!
Followers
Wow... Ada "Ringtone" yang Bikin Langsing!
Rabu, 07 April 2010Diposting oleh apaajaboleh di 08.13 0 komentar
Letih? Usir Saja dengan Lemon

Kompas.com - Weekend atau akhir pekan ini, berencana untuk pergi ke luar kota untuk refreshing singkat? Tapi Senin nanti, kita sudah dipadati dengan jadwal meeting sana-sini. Perlu jurus jitu untuk mengusir letih dari pernjalanan lintas kota,mulai dari sekarang sediakanlah sari lemon.
Penelitian University of Maryland’s Medical Center membuktikan, aroma dan rasa lemon dengan kandungan kadar vitamin C tinggi, dapat mengurangi kelelahan dan memberi kesegaran. Ingat juga bahwa lemon mengandung antioksidan pencegah infeksi yang rentan diderita orang yang sedang kelelahan.
Resepnya : Peras satu buah lemon ukuran sedang ke dalam segelas air hangat. Campur denngan satu sendok madu Manuka. Minum sampai habis. Ulangi 3 kali dalam sehari. Tapi kalau kita sudah terlanjur sakit (demam) karena terlalu lelah, minum ramuan ini setiap 2 jam, hingga demam mereda. (Prevention/Lily Turangan/Astrid Anastasia)
Diposting oleh apaajaboleh di 08.06 0 komentar
Masalah Serius Jam Gadang, Dinding Retak
KOMPAS.com - Dalam rangka merehabilitasi Jam Gadang, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) yang bekerjasama dengan Kedutaan Besar Belanda di bawah program Shared Heritage Fund, serta mitra-mitra BPPI seperti Universitas Bung Hatta (UBH), Padang, telah membentuk Tim Rehabilitasi Jam Gadang (TRJG).
Tim yang sudah dibentuk BPPI ini bekerjasama dengan Universitas Bung Hatta (UBH). Tim inilah yang kemudian merekomendasikan agar dilakukan pengukuran ulang terhadap Jam Gadang dengan menggunakan 3D Laser Scanner Photogramettry untuk melihat struktur bangunan. Untuk ini tim Jam Gadang bekerjasama dengan Balai Konservasi Peninggalan Candi Borobudur.
Selain itu, TRJG juga merekomendasikan perlunya ekskavasi arkeologis untuk mengetahui ukuran, bentuk, dan bahan fondasi Jam Gadang. Sejarah konstruksi bangunan dan teknologi bangunan, serta penelitian terhadap jenis bahan yang digunakan juga harus dilakukan.
Dari pengukuran ulang yang dilakukan TRJG dengan menggunakan 3D Laser Scanner Photogramettry, ditemukan adanya kemiringan sekitar dua derajat. Kemiringan itu terjadi dari lantai satu hingga empat. Pada level satu dan dua kemiringan cenderung ke arah barat sedangkan pada level tiga kemiringan cenderung ke arah timur, dan pada level empat ke arah barat.
“Tapi tidak ada data apakah kemiringan itu terjadi setelah gempa atau sebelum gempa,” kata Jonny Wongso dari TRJG beberapa waktu lalu di Bukittinggi.
Sebelumnya, dalam pertemuan di Jakarta, Ivindra dari Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, soal kemiringan adalah soal struktur. Kalau tidak menunjukkan satu arah yang dominan, itu bukan kemiringan serius. Bisa saja disebabkan oleh waktu, gempa. Kemiringan itu bisa ditoleransi, adanya retak-retak itu malah yang bahaya dan harus segera diperbaiki,” paparnya.
Ia menambahkan, jika retakan itu bukan retakan pada fondasi bangunan Jam Gadang , hal itu bisa dikatakan tidak serius. “Tapi memang harusnya ada evaluasi struktur menyeluruh, perlu data mengenai bahan dan fondasi. Ini untuk ke depannya. Karena tidak ada catatan kondisi Jam Gadang sebelum gempa,” tandas Ivindra.
Sementara itu, Han Awal, arsitek senior yang juga pakar dalam bidang pemugaran, menambahkan, dalam rangka rehabilitasi Jam Gadang, tim harus mengupayakan langkah ke arah perbaikan, bagaimana supaya pada gempa berikutnya bangunan itu bisa tahan. Maka itu, katanya, perlu ada analisa konstruksi historis.
Contoh dalam konstruksi historis itu, misalnya, pada umumnya pada abad 17 dan 18 Belanda mendirikan bangunan di pantai dengan menggunakan konstruksi tanpa semen. Perekatnya pada umumnya pasir dan kapur.
“Kadang-kadang menggunakan putih telur. Dinding diplester kemudian diberi lapisan kapur. Lembap yang terjadi karena rembesan air, tak sempat naik dan mengenai konstruksi kayu karena kena terik matahari. Tapi yang terjadi dalam perawatan, biasanya cat dinding tidak menggunakan kapur tapi cat akrilik. Hasilnya malah lembap lebih cepat langsung ke konstruksi kayu,” jelas Han. Artinya, bahkan perawatan kecil pun perlu memahami kaidah konservasi sehingga yang namanya perawatan bukan malah merusak.
Ia menambahkan, “Pada tahun 1926 itu teknologi beton bertulang mungkin sudah digunakan. Tapi beton bertulang yang teknologinya tidak seperti sekarang. Jadi mengenal metodologi pembangunan dari periode tertentu, itu perlu diingat dalam menangani konservasi bangunan,” ucap Han.
Tak lupa ia mewanti-wanti agar sebisa mungkin tim tidak mengubah apapun pada bangunan yang dikonservasi. “Jangan lupa, jamnya juga perlu diperiksa terkait kemiringan,” imbuhnya.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
Diposting oleh apaajaboleh di 07.43 0 komentar
Inilah Figuran yang Jadi Pahlawan Barcelona
BARCELONA, KOMPAS.com — Tanpa bermaksud mengecilkan nama besar si kecil Lionel Messi, Pelatih Barcelona Josep "Pep" Guardiola menilai, bek Rafael Marquez dan Gabriel Milito adalah penentu kemenangan tim 4-1 atas Arsenal pada leg kedua perempat final Liga Champions, Selasa (6/4/2010).
Pada pertandingan itu, dua bek utama Barcelona, Carles Puyol dan Gerard Pique, absen karena menjalani hukuman skorsing. Pep kemudian menyerahkan keamanan jantung pertahanan kepada Marquez dan Milito.
Sejumlah kalangan pun menilai, keduanya justru akan menjadi titik lemah Barcelona. Memang, Milito sempat melakukan kesalahan setelah Abou Diaby merebut bola dari penguasaannya dan mengawali serangan Arsenal yang berujung gol Nicklas Bendtner pada menit ke-18.
Namun, pada menit-menit berikutnya, keduanya menggalang koordinasi pertahanan solid yang sulit ditembus. Ini membuat barisan serang semakin fokus menunaikan tugasnya. Barcelona pun membalikkan keadaan berkat empat gol Messi. Barcelona lolos ke semifinal dengan agregat 6-3.
Mencetak empat gol pada laga penting membuat Messi dielu-elukan publik Camp Nou. Namun, Guardiola ingin mengingatkan semua pihak bahwa sepak bola adalah olahraga tim, di mana seorang bintang lahir karena dukungan pemain lain.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada tim dan klub. Ini adalah semifinal keempat dalam lima tahun dan ketiga yang kami raih secara berturut-turut," ujar Pep.
"Messi adalah pemain istimewa, dalam level berbeda. Namun, Rafa (Marquez) bermain dengan intensitas tinggi. Gaby (MIlito) juga begitu. Pemain lainnya bermain dengan sangat baik sekalipun mereka tidak akan menjadi berita utama di surat kabar," lanjutnya. (AP)
Diposting oleh apaajaboleh di 07.28 0 komentar
5 Fakta Tentang Gigi Yang Harus Diketahui
Tahukah Anda bahwa selain makanan yang manis, banyak hal yang dapat menyebabkan gigi Anda rusak! Coba kenali beberapa fakta tentang gigi yang mungkin belum pernah Anda ketahui.
1. Makanan asam merusak gigi
Benar. Selain makanan yang manis, makanan yang mengandung asam ternyata bisa merusak gigi Anda. Permen asam, soft drink, bisa membuat lapisan enamel gigi Anda menjadi erosi! Robyn Loewen, DDS, seorang fellow dari American Academy of pediatric Dentistry, menyatakan, jika Anda ingin mengonsumsi makanan yang mempunyai sifat asam tinggi, konsumsilah bersama makanan lain. Lalu, sikatlah gigi secara rutin dengan baking soda yang telah terbukti menetralisasi asam di dalam mulut Anda sehingga bisa mengurangi bakteri pencinta asam yang menyebabkan karies.
2. Enamel, bahan paling keras pada tubuh tapi mudah pecah
Es, biji popcorn, serta tindik lidah dan bibir adalah beberapa hal yang dapat merusak gigi Anda. Tidak seperti kulit, gigi Anda tidak bisa tumbuh kembali. Bila Anda memakan biji popcorn, ini seperti halnya memakan "batu" dan akan menjadi kombinasi dari dua hal yang sangat keras. Biji popcorn dan gigi Anda akan saling bertumbukan sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada gigi.
Sebuah studi penelitian pada tahun 2007 yang dipublikasikan di American Journal of Dentistry
menyatakan, sebanyak 14 persen hingga 41 persen dari individu yang mempunyai tindik di area mulut dan sekitarnya mengalami kerusakan gigi. Pengamatan menunjukkan bahwa terjadi perubahan bentuk dari gigi yang signifikan dan bisa mengarah pada kehilangan gigi.
3. Anda bisa kehilangan gigi pada usia berapa pun
Beberapa individu tertentu memang lahir dengan gigi yang tidak sempurna. Yang sering kali tidak sama pada setiap orang adalah gigi bungsu yang tumbuh terakhir. Akan tetapi, sering kali penyebab kehilangan gigi Anda adalah penyakit pada gusi dan karies.
Sebuah studi penelitian menunjukkan bahwa 22,8 persen penduduk AS berusia 65-74 tahun dan 29 persen penduduk AS berusia 75 tahun ke atas memakai gigi palsu.
4. Kebanyakan fluoride bisa berakibat buruk
Memang kita tahu bahwa fluoride sangat penting supaya gigi Anda sehat. Akan tetapi, pada anak-anak usia di bawah 8 tahun, fluoride yang berlebihan akibat pasta gigi tertelan dalam jumlah banyak akan menyebabkan kondisi yang disebut fluorosis. Umumnya, fluorosis diawali dengan kondisi yang terlihat seperti titik putih dan akhirnya menjadi kecoklatan.
Untuk memastikan anak-anak tidak menelan pasta gigi, dampingi mereka saat menyikat gigi dan beri tahu bahwa pasta cukup diaplikasikan sebesar kacang kedelai ke sikat gigi sehingga jika tertelan, pasta gigi yang masuk dalam tubuh tak terlalu banyak. Kebanyakan kasus fluorosis terjadi karena pasta gigi yang tertelan dalam jumlah banyak. Sangat disarankan agar anak-anak diberi pasta gigi bebas fluoride sampai mereka mengerti bahwa saat berkumur, pasta gigi harus dibuang dan bukan ditelan.
5. Kawat gigi bisa sebabkan kavitas
Gosoklah gigi Anda dengan baik jika Anda ingin gigi yang sedang dirapikan tumbuh menjadi gigi yang sehat. Sebab, jika tidak, makanan, bakteri, dan asam akan tejebak di sekitar kawat gigi Anda dan bisa menyebabkan enamel Anda terkikis, hal ini dinyatakan oleh Raymond George Sr, DMD, Presiden American Association of Orthodentists.
Karies bisa bermula dari braket yang ada di sekitar kawat gigi. Meskipun kerusakan itu tidak sampai menjadi lubang, itu bisa menyebabkan "demineralisasi" sehingga akan ada titik putih di gigi Anda (jika ada kavitas di gigi Anda maka mereka akan semakin gelap warnanya).
Sebenarnya lidah merupakan pembersih yang paling alami. Ketika seseorang memasang kawat gigi, mereka cenderung menghentikan lidah yang menyapu gigi akibat rasa tidak nyaman yang timbul karena berbenturan dengan metal, hal ini bisa menimbulkan tumpukan kotoran di gigi Anda.
sumber: kompas.com
Diposting oleh apaajaboleh di 07.20 0 komentar
